Breaking News
Besok, Pansel Umumkan Hasil Seleksi Psikologi dan Wawancara Calon KPID Riau  | Kota Pekanbaru Semakin Tertata, Plt Gubri Apresiasi Kinerja Wako Agung dan Wawako Markarius | Kota Pekanbaru di 242 Tahun, Menjelma Jadi Pusat Perdagangan dan Jantung Sumatera | Wali Kota Pekanbaru Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG | Kapolda Jateng Pimpin Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tegal, Hampir Seribu Warga Nikmati Layanan Gratis | Bupati Kuansing Bentuk Satgas Terpadu, Penertiban Tambang Ilegal Diperkuat hingga Tingkat Desa |

Dukung Swasembada Pangan, Polres Batang Kembangkan 100 Hektar Jagung
Rabu 22 Januari 2025, 08:49 WIB

Siagaonline.com, Batang - Kepolisian Resor Batang menggandeng Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menggarap lahan jagung seluas 100 hektar. Program ini bagian dari arahan Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

 

Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana mengatakan program penanaman jagung ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Target nasionalnya mencapai 1 juta hektar.


"Kami menanam di tiga lokasi: Desa Durenombo, Kemiri Barat, dan Gondang," ujarnya saat ditemui di lahan Desa Durenombo, Subah, Batang, Selasa, 21 Januari 2025.


Hasil panen, kata AKBP Edi, akan diprioritaskan untuk masyarakat Batang. Surplus produksi baru akan didistribusikan ke luar daerah. "Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kebijakan soal peruntukannya," katanya.
Untuk pengadaan bibit, Polres Batang mengandalkan kerja sama dengan Dispaperta. Adapun bibit Bhayangkara masih diprioritaskan untuk wilayah yang lebih membutuhkan.


"Kami masih menunggu petunjuk Mabes Polri soal kepastian jatah bibit untuk Batang," tuturnya.


Plt Kepala Dispaperta Batang Windu Suriadji menyatakan siap mendukung program ini. Pihaknya akan mengajukan permohonan bibit ke Kementerian Pertanian.


"Lahan yang dipilih sudah kami koordinasikan dengan Perhutani berupa tegakan," ujarnya.


Menurut Windu, setiap hektar membutuhkan bibit sebanyak 7,5 kilogram. Pembagian lahannya: 50 hektar di Desa Gondang, 30 hektar di Desa Kemiri Barat, dan 20 hektar di Desa Durenombo. "Target produksi 5 ton per hektar. Kalau surplus, bisa diserap Bulog," pungkasnya.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top