Breaking News
Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam | PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon melalui Uji Coba Cofiring Tahap II | PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan  | Lolos Tingkat Pusat, Ini Daftar 6 Nama Calon Paskibraka Nasional Perwakilan Provinsi Riau  | Revitalisasi JPO Sudirman Tahap Pemasangan Lampu Hias, Spot Ikonik di Pekanbaru Segera Rampung | Ribuan Titik PJU di Kota Pekanbaru Rampung Diperbaiki |

Dari Lubuk Larangan, Gus Irawan Janji Wujudkan Tapsel Swasembada Ikan
Rabu 20 November 2024, 17:46 WIB
Keterangan Foto: Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga diacara pembukaan lubuk larangan i Sungai Batang Angkola.

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, SiagaOnline.com - Tradisi "lubuk larangan" di Sungai Batang Angkola, Tapanuli Selatan, tak hanya menjadi kearifan lokal yang diwariskan turun temurun, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan nomor satu (No.1), Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUSI), dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan memajukan Tapsel menuju swasembada ikan.

Rabu (20/11/2024), Gus Irawan secara simbolis membuka lubuk larangan tersebut dengan melemparkan jaring ikan pertama. Lubuk larangan yang terletak di bawah jembatan Jalan Soropan, Sigalangan, ini memiliki panjang sekitar 1.500 meter dan dihuni oleh berbagai jenis ikan, seperti jurung, nila, patin, tawes, dan ikan mas. Ribuan bibit ikan yang ditabur di lubuk larangan ini telah berusia sekitar setengah tahun.

"Berkat dorongan dan bantuan pak Gus bersama pak Syahbuddin, lubuk larangan masyarakat Sigalangan ini kita buka gratis untuk umum," ujar Ahmad Kaslan Dalimunthe, tokoh masyarakat Kelurahan Sigalangan.

Tradisi "lubuk larangan" sendiri merupakan kearifan lokal yang bertujuan untuk melestarikan sungai dan menjaga ketahanan pangan. Ikan di lubuk larangan tidak boleh diambil hingga batas waktu tertentu, sehingga populasi ikan tetap terjaga.

Pembukaan lubuk larangan ini juga menjadi momentum untuk mengatasi permasalahan irigasi di Tapsel. Jaringan irigasi Payasordang yang mengairi ribuan hektar lahan sawah di Kecamatan Angkola Muaratais dan Batang Angkola mengalami kerusakan pada tahun 2022. Kerusakan ini mengakibatkan tertundanya dua kali masa tanam dan kerugian mencapai Rp20 miliar bagi para petani.

"Pak Gus dan pak Syahbuddin, jika bapak berdua memimpin Tapsel, jangan biarkan rakyat merugi Rp20 miliar hanya karena menunggu Rp198 juta dari pemerintah atasan. Saya yakin bapak berdua pro rakyat," tegas Kaslan.

Menanggapi hal ini, Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin menegaskan bahwa mereka akan menjadikan perbaikan saluran irigasi rusak dan normalisasi endapan lumpur sebagai prioritas di setiap tahunnya.

"Pak Prabowo menugaskan saya turun ke Tapsel, antara lain untuk menyukseskan program ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi," ujar Gus Irawan, anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra.

Gus Irawan juga menargetkan pembangunan 1.000 kolam ikan di Tapsel. Program ini bertujuan untuk mencapai swasembada ikan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan ikan dari luar daerah.

"Tapsel punya potensi besar swasembada ikan. Selain kolam dan lahan yang bisa dijadikan kolam ikan, kita punya sungai dan anak sungai yang dapat dijadikan pengembangbiakan ikan seperti lubuk larangan ini," tambah Gus Irawan.

Pembukaan lubuk larangan ini dihadiri oleh anggota DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe dan Irmansyah Siregar dari Gerindra, serta Haris Yani Tambunan dari Partai Hanura. Turut hadir pula para Tim BAGUSI Tapsel dan Bobby Lovers Cagub Sumut.(Amils

 

 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top