SiagaOnline.com, Lamsel - Kegiatan Musrenbangdes Perubahan RPJMDES dan RKPDES Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Ketapang, telah dilaksanakan sejak 10 September. Dan hari ini, Desa Sumur, desa yang ke-17 yang telah melaksanakan kegiatan Musrenbangdes Perubahan RPJMDES dan RKPDES Tahun 2025 sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan Musrenbangdes di tahun 2024 di wilayah Kecamatan Ketapang.
Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto, S.STP pada kesempatan tersebut memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh perangkat desa maupun kelembagaan desa dan masyarakat Desa Sumur dalam berpartisipasi membangun desa serta menjelaskan hak dan kewajiban warga masyarakat.
"Untuk keberlangsungan pembangunan, maka kita selaku warga negara yang baik, wajib taat bayar pajak, terutama pajak PBB. Karena dari pemaparan UPTD Pajak bahwa Desa Sumur persentasenya baru 50 persen. Artinya masih banyak yang belum bayar pajak, " Ucap Camat Rendy.
Ia berharap bagi seluruh masyarakat wajib pajak untuk taat membayar kewajibannya. Hal tersebut berkaitan dengan usulan pembangunan infrastruktur di desa. Kemudian yang kedua ia menjelaskan terkait bantuan bibit dari SKPD Pertanian, maka wajib ditanam dan disyukuri.
"Terkait bantuan bibit atau benih padi varian Inpari Nutri Zinc (Zn), terutama Poktan untuk terus dilanjutkan. Jangan seperti di tempat lain, pada saat Musrenbangdes ngomong "Pak saya enggak perlu bibit bantuan padi. Nanti kedepannya kalau tidak perlu lagi, maka Dinas Pertanian tidak lagi memberikan bantuan bibit, jangan salahkan, " jelasnya.
"Harapan saya kepada kelompok tani, jika ada bantuan maka terima saja. Namanya kalau sudah dibantu jangan menolak rezeki, terima. Bibitnya coba ditanam dan dirawat. Apalagi bibit padi Nutri Zinc tadi sudah baik dan berhasil, " lanjutnya.
Terkait usulan-usulan pembangunan yang belum terealisasi, maka terus diusulkan melalui E-Planning. Karena kemampuan pemerintah daerah untuk membangun secara bertahap. Dan diupayakan dengan melalui jalan lain. Karena usulan itu untuk terealisasi banyak jalan.
"Jalan yang telah diusulkan belum terealisasi, maka yang tadinya jalan lingkungan, maka dirubah usulannya prioritasnya jalan usaha tani (JUT). Juga tidak berhasil, masih ada melalui Dinas Peternakan, namanya jalan produksi. Jalan produksi itu, yang menyusulkannya Poktan ternaknya jika di akses tersebut ada peternakan, " terangnya.
Masih dikatakan Camat Rendy, alur usulan itu sangat banyak, termasuk jalur aspirasi melalui perwakilan rakyat (E-pokir). Menurutnya disetiap momen musyawarah perencanaan pembangunan, perwakilan rakyat dari dapil wilayah 3 di undang. Karena mereka adalah wakil masyarakat.
"Pesan saya IDM dan inovasi desa terus ditingkatkan. Karena hal tersebut mempengaruhi pagu anggaran dana desa yang diterima. Karena itulah, saya mengharapkan aparatur desa supaya menyusun program pembangunan yang bisa mendorong tingkat IDM. Begitu juga dengan inovasi desa. Karena desa yang berinovasi mendapatkan dana tambahan dari pemerintah, " pesannya.
Sementara Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya mengucapkan terima kasih kepada Forkopimcam atas saran dan perhatiannya yang ikut perduli serta mendorong Desa Sumur yang masih banyak PR untuk terus kemajuan Desa Sumur.
"Rencana pembangunan untuk tahun 2025 pembangunan/pengerasan jalan usaha tani yang berlokasi di Rt.04 Rw.07, lalu pengerasan jalan lingkungan yang berlokasi di Rt.01 Rw.10 dan gorong-gorong serta pengerasan jalan desa (galian parit/PKTD), " paparnya.
Kemudian, lanjut kata Kades I Nyoman Prima Wijaya Nyoman Prima Wijaya menjelaskan pembangunan hingga tahun 2024 ini, Pemerintah Desa Sumur telah membangun cor beton sepanjang 4.282 meter dan paving blok 1.100 meter. Dan masih ada PR cor beton keseluruhannya masih 5.833 meter yang belum terealisasi.
"Mudah-mudahan sampai tahun 2027 paling tidak bisa merealisasikan pembangunan yang masih menjadi PR, minimal separonya bisa kita realisasikan cor beton di gang-gang di desa kita. Syukur-syukur 60-70 persen, " kata Kades I Nyoman Prima Wijaya.
Dan ia menjelaskan bahwa usulan pembangunan di Desa Sumur telah bersepakat dengan sistem bergilir. Karena di Desa Sumur ada 9 dusun. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial, karena telah menjadi kesepakatan bersama dalam pembangunan bidang infrastruktur.
"Kegiatan yang tidak ada anggaran, saya harapkan kita galakkan gotong-royong. Seperti perapian badan jalan maupun Berem atau penimbunan. Begitu juga dengan perawatan jalan. Kalau kira-kira sudah semak, tolong lah!! Dikoordinir oleh Pak Kadus untuk dilakukan gotong-royong," harapnya.
Dalam diskusi musyawarah perencanaan pembangunan tersebut berjalan lancar.
Hadir dalam kegiatan tahunan tersebut, Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto, S.STP beserta jajaran, Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya, Ka.UPTD se-Kecamatan Ketapang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pendamping Desa.
Juga hadir Ketua BPD beserta anggota, Ketua TP-PKK, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh agama Ketua RT/RW, tokoh masyarakat. (Alfian)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |