Breaking News
Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bengkalis Gelar Sunat Massa l Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu | Pengedar Sabu di Desa Bumbung Bathin Solapan Ditangkap, Berawal dari Laporan Call Center 110 | Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru |

Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Gelar Napak Tilas di Monumen Pahlawan Nasional
Jumat 09 Agustus 2024, 16:12 WIB

Siagaonline.com, Rokan Hulu - Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-79, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian mengadakan kegiatan napak tilas di Monumen Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai pada 9 Agustus 2024.


Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Bahtiar Sitepu, bersama dengan pejabat struktural dan Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas).

Acara berlangsung di Desa Dalu-Dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, yang juga menjadi lokasi Benteng Tujuh Lapis, peninggalan bersejarah dari perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ka.KPLP Marcos Sihombing, Kasubbag Tata Usaha Suharno, Plh Kasi Kamtib Busmar, Kasi Binadik Sunu Istiqomah Danu, Ketua Pipas Lapas Pasir Pengaraian Rosanta Ginting, dan para anggota.

Selama acara, peserta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada jasa pahlawan.

Bahtiar Sitepu mengungkapkan, Napak tilas ini adalah wujud penghargaan kami terhadap perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai. Mengunjungi Benteng Tujuh Lapis ini juga memberikan kami pemahaman lebih dalam mengenai sejarah perjuangan beliau dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Benteng Tujuh Lapis, yang terletak sekitar 23 km dari makam Raja-Raja Rambah, adalah situs bersejarah yang digunakan oleh pejuang masyarakat Dalu-Dalu sebagai benteng pertahanan melawan Belanda pada masa penjajahan. Terbuat dari tanah liat yang diambil dari tepian Sungai Batang Sosa Tambusai, benteng ini merupakan simbol perjuangan dan ketahanan masyarakat dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan," tutupnya.(des)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top