Breaking News
FPP Summit 2026 Jadi Ajang Mahasiswa UNP Tampilkan Inovasi dan Potensi Ekonomi Kreatif | Plt Gubri SF Hariyanto Terima Kunjungan Dangrup 3 Kopassus, Ini Pembahasannya | Sekda Riau Sampaikan Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak | Pemerintah Provinsi Riau Perkuat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Data dan Kolaborasi | Plt Gubri Tinjau, Target 250 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kampar Selesai Tahun Ini  | Dikebut 2.500 Pekerja Tiga Sif, Sekolah Rakyat Dharmasraya Sudah 74 Persen |

Dapat Gelar Kehormatan Adat Minangkabau, Ratu Dewa Sebut ini Adalah Amanah
Juma 02 Mei 2026, 23:21 WIB

Siagaonline.con, Walikota Palembang, Ratu Dewa menerima gelar kehormatan adat Minangkabau “Sutan Malin Batuah” dalam sebuah prosesi budaya yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (2/5/2026) malam.

Penganugerahan gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan pengurus Solok Saiyo Sakato (S3) periode 2026–2031.

Selain prosesi pengukuhan, acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat gelar adat sebagai bentuk penghormatan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki kontribusi dan kedekatan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau.

Gelar “Sutan Malin Batuah” sendiri memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam tradisi Minangkabau, gelar tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang dihormati, berilmu, serta mampu membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat luas.

Pemberian gelar ini sekaligus menjadi simbol harapan agar penerimanya dapat menjaga nilai adat, menjadi teladan, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Ratu Dewa tampak mengenakan busana adat Minangkabau sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan.

Menurutnya, gelar adat tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai adat, memperkuat kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap organisasi Solok Saiyo Sakato dapat terus berperan dalam mempererat persatuan masyarakat, khususnya di kalangan perantau Minangkabau di Palembang, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ratu Dewa menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam adat Minangkabau seperti musyawarah, kebijaksanaan, dan kepedulian sosial sejalan dengan visi pembangunan Kota Palembang yang mengedepankan harmoni dan gotong royong.

“Nilai adat menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan saling mendukung,” tambahnya.

Penganugerahan gelar ini menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan budaya antardaerah, sekaligus menegaskan peran penting kearifan lokal dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kota Palembang.

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top