Breaking News
Dorong UMKM Naik Kelas, DPMPTSP Riau Fasilitasi Pembuatan Sertifikat Halal dan HAKI  | Pembukaan Pacu Jalur Rayon I Dipadati Warga, Polres Kuansing Pastikan Kamtibmas Tetap Terjaga | Kuansing Perkuat Kesiapan Tuan Rumah, Apel Gelar Pasukan Digelar Jelang MTQ dan Pacu Jalur | Polres Muara Enim Gelar Turnamen Bulutangkis Kapolres Cup V 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 | Kapolres Cup Rokan Hulu 2026 Jadi Ajang Pencarian Talenta Esport Muda Menuju Level Nasional | Perkuat Tata Kelola dan Struktur Bisnis, RUPST PTBA Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan |

Lopis Raksasa Krapyak Simbol Kerukunan Warga Dan Budaya
Sabtu 28 Maret 2026, 19:54 WIB

Siagaonline.com, Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan kembali menggelar tradisi Syawalan melalui pemotongan lopis raksasa di Kelurahan Krapyak, tepatnya di Gang 8 dan Gang 1, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab, Ketua TP PKK Hj. Inggit Soraya, Sekretaris Daerah Nur Priyantomo, jajaran Forkopimda, Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala OPD, serta instansi terkait lainnya.

Tradisi tahun ini digelar di dua lokasi dengan ukuran lopis yang spektakuler. Di Krapyak Gang 8, lopis raksasa memiliki berat 2.083 kilogram dengan lingkar 262 cm dan tinggi 239 cm. Sementara di Gang 1, lopis berukuran 2,5 ton dengan tinggi 225 cm dan diameter 75 cm. Antusiasme masyarakat tampak luar biasa, memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi pemotongan yang menjadi ikon Syawalan Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa setiap tahun ukuran lopis semakin besar, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah, setiap tahun ukuran lopis semakin besar dan antusiasme warga juga luar biasa. Ini merupakan hasil kerja keras panitia, donatur, warga, serta dukungan semua pihak sehingga acara berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap tradisi ini semakin mempererat kebersamaan masyarakat serta Kota Pekalongan senantiasa dijauhkan dari bencana. Ia juga mengusulkan agar sebagian lopis dapat dibagikan kepada warga di wilayah Pasir Sari dan sekitarnya yang masih terdampak banjir, agar tetap dapat merasakan kebahagiaan Syawalan.

Tradisi lopis raksasa sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI. Ke depan, Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sekaligus mengusulkan kekayaan budaya lainnya, sehingga semakin memperkuat identitas dan daya tarik Kota Pekalongan.
(ims/pkpm)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top