Siagaonline.com, Lingga - Tokoh masyarakat Tanjung Bungsu Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Martion, dengan tegas mengatakan pada awak media menyangkut dugaan limbah yang sangat menghantui para nasib nelayan di pesisir pantai desa resun pesisir.
"Sampai dengan berita ini di turun kan bahwa ikan peliharaan kakap Martion sudah 2000 lebih mati akibat imbas dari limbah pabrik sagu yang ada di desa resun pesisir dan ini siapa yang bertanggung jawab," kata Martion.
Menurut Martion seyogya nya dinas lingkungan hidup kabupaten lingga harus peka dan ambil langkah tegas menyangkut limbah yang menghantui masyarakat desa resun pesisir dan kalau cabut izin operasional nya.
Sebenar nya masalah limbah ini sudah lama di persoalkan oleh masyarakat tapi kita harus memaklumi nya karena masyarakat tidak faham dan tidak tahu mengadu kemana kata Martion.
Hal yang sama juga di sampaikan masyarakat resun pesisir yang tidak mau di sebut jati diri nya bahwa dengan hadir nya pabrik sagu di resun pesisir ini sangat merugikan para nelayan tangkap tradisional di mana hasil tangkapan nya sangat jauh berkurang dan di boleh di katakan zonk alias tidak ada hasil lagi wilayah nya.
Masi menurut Nara sumber yang tidak mau di sebut kan nama nya lebih bagus cabut izin pabrik sagu ini karena tidak ada manfaat betol bagi para nelayan tradisional.
"Dimana hasil tangkapan seperti ketam,ikan dan lain sebagai susah di dapati para nelayan tradisional," imbuh nya.
Sementara Kades Resun Pesisir Jufri ketika di konfirmasi melalui sambungan seluler nya menyangkut limbah pabrik sagu yang sangat merugikan tangkapan para nelayan tradisional ini tidak pernah merspon.
Sementara Abun pengusaha pabrik sagu yang berdomisili di Selat Panjang ketika di konfirmasi menyangkut limbah tidak mendapatkan penjelasana.(Ryan)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |