Breaking News
Pacu Jalur Tak Sekadar Lomba, Bupati Kuansing: Ini Warisan Budaya dan Penggerak Ekonomi | Merasa Dirugikan, Pelanggan Bengkel Auto Usaha Bersama di Dharmasraya Siapkan Langkah Hukum | Ribuan Peserta Ramaikan Yogya FUN RUN & WALK , Wali Kota: Bukti Kesadaran Hidup Sehat Meningkat | Bhabinkamtibmas Desa Sungai Berapit Pantau Progres Penanaman Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan di Concong | Halal Bihalal IKKS Jakarta 1447 H Perkuat Soliditas Perantau Kuansing dan Dorong Pemberdayaan Generasi Muda | Suhardiman Saksikan Langsung Pacu Jalur Rayon I Inuman, Apresiasi Kekompakan dan Semangat Masyarakat |

Respons Tegas Sri Mulyani soal Subsidi Kendaraan Listrik yang Dikritik DPR
Rabu 31 Mei 2023, 08:06 WIB

SiagaOnline.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespon keterangan sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengkritik kebijakan subsidi kendaraan listrik. Ia mengatakan saat ini banyak negara juga tengah mendorong industri kendaraan listrik.


Sri Mulyani mengatakan, Indonesia juga ingin industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dalam negeri maju. Jadi diperlukan dukungan pemerintah demi meningkatkan pasar industri kendaraan listrik.

Sri Mulyani menegaskan jangan sampai Indonesia menjadi penonton atas tren kendaraan listrik ini. Apalagi, Indonesia memiliki modal yang cukup banyak terkait bahan baku kendaraan listrik.

"Indonesia tidak boleh menjadi penonton! Apa lagi Indonesia adalah produsen mineral yang sangat menentukan dunia," tegasnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI KE-25 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Adapun negara-negara yang telah memberikan dukungan untuk meningkatkan industri kendaraan listrik, Amerika Serikat (AS), Eropa, China, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

"Dukungan untuk pengembangan ekosistem industri KBLBB juga dilakukan oleh di banyak negara bahkan AS, Eropa seperti Jerman, dan negara-negara seperti Inggris, Tiongkok, dan beberapa negara tetangga kita di Asia, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia,"

"Semuanya secara masif melakukan formulasi kebijakan untuk memperkuat ekosistem industri KLBB," tambahnya.

Bendahara negara itu juga mengungkap produsen kendaraan bermotor di banyak negara juga telah berkomitmen untuk beralih memproduksi 100% mobil listrik di tahun 2035-2040.

"Jadi, mobil listrik menjadi tren keniscayaan," lanjutnya.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top