Breaking News
Pacu Jalur Tak Sekadar Lomba, Bupati Kuansing: Ini Warisan Budaya dan Penggerak Ekonomi | Merasa Dirugikan, Pelanggan Bengkel Auto Usaha Bersama di Dharmasraya Siapkan Langkah Hukum | Ribuan Peserta Ramaikan Yogya FUN RUN & WALK , Wali Kota: Bukti Kesadaran Hidup Sehat Meningkat | Bhabinkamtibmas Desa Sungai Berapit Pantau Progres Penanaman Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan di Concong | Halal Bihalal IKKS Jakarta 1447 H Perkuat Soliditas Perantau Kuansing dan Dorong Pemberdayaan Generasi Muda | Suhardiman Saksikan Langsung Pacu Jalur Rayon I Inuman, Apresiasi Kekompakan dan Semangat Masyarakat |

Polisi Duga Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Diperkosa Pelaku
Senin 22 Mei 2023, 14:30 WIB

SiagaOnline.com, Semarang - Polisi menduga tersangka Ahmad Nashir, melakukan perkosaan terhadap ABK, putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo.


Dugaan ini muncul dari hasil visum yang menunjukkan ada luka lecet pada organ vital korban yang diakibatkan karena kekerasan. Fakta berikutnya, polisi melihat ada kejanggalan yang mengarah pada upaya keinginan memperkosa yakni adanya miras.

"Jadi sepertinya tersangka ini sudah menyiapkan sarana untuk menyetubuhi atau memerkosa cewek yang dikenalnya, termasuk korban. Hasil visum ada kekerasan seksual, di TKP kita temukan miras, terus tempat kos itu baru dihuni tersangka dua minggu dan ironisnya, tersangka ini orang Semarang tapi kos di daerah Bendan Ngisor dan kuliah di lokasi yang jauh dari kos," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/5).

Dari pemeriksaan didapati bahwa korban dan tersangka baru berkenalan pada 3 Mei 2023 lewat media sosial Telegram.

"Versi pengakuan tersangka, mereka kenalan sejak 3 Mei lewat Telegram, kemudian terus saling chat, dan sampai akhirnya ada chat korban yang meminta tersangka untuk menjemputnya," kata Irwan.

Meski autopsi sudah dilakukan, polisi masih mendalami penyebab pasti tewasnya korban dengan melakukan pemeriksaan patologi, mikrobiologi dan toksikologi.

"Jadi kita masih mendalami apa sebenarnya yang menyebabkan kematian korban. Makanya usai autopsi kita melakukan pemeriksaan mikrobiologi, patologi dan toksikologi. Hasilnya masih menunggu", ujar Irwan.

 

Sumber: CNN Indonesia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top