Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Diduga Dilecehkan Oknum Dosen, Mahasiswi Bakal Jalani Visum
Sabtu 06 Mei 2023, 22:16 WIB

SiagaOnline.com, Buleleng - Mahasiswi yang diduga dilecehkan oleh dosennya di Buleleng, Bali, akan menjalani visum. Hal itu dilakukan guna memperkuat barang bukti yang sudah diperoleh oleh penyidik.

"Ada beberapa bagian tubuh korban yang disentuh. Kalau ada luka kekerasan akan terlihat dari hasil visum nanti," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Picha Armedi dikonfirmasi, Sabtu (6/5/2023), seperti dikutip dari Detik.com.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (5/5/2023) dini hari sekitar pukul 01.15 Wita. Korban awalnya membuat status tentang permasalahan hidupnya di WhatsApp. Status itu ditanggapi oleh dosennya yang menawarkan solusi dan bertanya alamat.

Konon, dosen itu dikenal baik dan perhatian kepada para mahasiswanya. Korban pun tak menaruh curiga dan langsung mengirimkan alamat kosnya.

Singkat cerita, sang dosen tiba di kos mahasiswinya. Namun, ia disebut meraba tubuh korban. Kaget, korban berlari membuka pintu dan keluar dari kamar.

Tetapi, dosen itu menarik pinggang korban secara paksa agar kembali masuk ke kamar. Korban pun berteriak dan berusaha melawan hingga berhasil keluar dari kamar tersebut.

Picha menyebut kondisi korban saat ini masih trauma. Ia telah diberikan pendampingan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Buleleng.

Korban juga disebut mendapat pendampingan dari departemen sosial, Pusat Pelayan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng dan psikolog.

"Korban tentunya masih trauma, makanya kemarin yang bersangkutan agak susah ketika dimintai keterangan," pungkasnya.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top