Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Kapolres Inhil: Lahan Terbakar Berstatus Quo, Selidiki Dalangnya
Polres Inhil Laksanakan Anev Penanganan Karlahut
Kamis 30 Maret 2023, 13:36 WIB
Siagaonline.com, Inhil - Pihak Kepolisian Polres Inhil  mengatakan lahan dan hutan yang terbakar dalam kasus Karlahut berstatus Quo. Ia pun mengarahkan agar dilakukan penyelidikan penyebab terjadinya Karlahut.

Hal itu disampaikan Kapolres Inhil, AKBP Norhayat SIK saat kegiatan Rapat Analisis dan evaluasi (Anev) Penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (30/3/2023).

Kegiatan Rapat Anev tersebut dihadiri Wakil Bupati Inhil H. Syamsuddin Uti, Pasi Ops Kodim/0314 Kapten Arh Agus Purwanto, KasiPidum Kejari Inhil M. Ihsan, Kepala BPBD Inhil R Arliansyah, para pimpinan PT Se Kabupaten Inhil dan para Kapolsek Jajaran Polres Inhil.

Dihadapan instansi terkait yang hadir, AKBP Norhayat memaparkan titik hostpot yang muncul pada aplikasi 'Lancang Kuning Monitoring' dari tanggal 1 Januari hingga 29 Maret 2023 sebanyak 50 titik.

"Ada 50 titik hostpot dalam jangka waktu tiga bulan ini. Januari ada 5 titik, Februari sebanyak 7 titik dan Maret yang paling banyak yakni 38 titik," paparnya.

Kapolres Inhil menyebut, dari data lonjakan titik hotspot berpotensi terjadinya Karlahut ini, menghasilkan keputusan lahan atau hutan yang terbakar, berstatus Quo.

"Lahan yang terbakar berstatus Quo. Sementara pelaku atau dalang penyebab terjadinya Karlahut akan kami selidiki," sebutnya.

Dari laporan yang diterima Kapolres Inhil, mengenai penanganan Karlahut juga terdapat hambatan.

"Seperti jarak tempuh yang jauh, medan perjalanan yang rusak, adanya binatang buas dalam perjalanan dan kurangnya intensitas curah hujan sehingga api di dalam tanah gambut masih menyala, serta jaringan komunikasi yang sulit di lokasi kebakaran," kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat.

Ia berharap adanya kerjasama dan koordinasi setiap instansi dalam berbagai bentuk penanganan Karhutla.

"Dan perlunya sinergritas terkait upaya pemadaman Karlahut. Informasi titik hostpot agar disebarkan melalui whatsapp grup yang ada, karena tanpa adanya informasi kerjasama dan koordinasi penanggulangan Karlahut tidak akan terjalin," tuturnya.

Selain itu, dalam upaya penanganan Karlahut, selain alat yang memadai juga perlu dipersiapkan sumber mata air di lokasi kebakaran.

"Saat ini total data embung yang ada sebanyak 34 dengan kondisi baik. Data kanal ada 72 dengan 50 kondisi baik dan 22 rusak ringan," tambahnya. (Marbun)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top