Breaking News
DPRD Kota Padang Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Bahas Perubahan Propemperda dan KUA-PPAS 2026 | Pendaftaran Secara Online, Disdik Kota Pekanbaru Ingatkan Orang Tua Tidak Percaya Calo | Talam Durian Sukses! Wali Kota Pekanbaru Berencana Buat Iven Pisang Goreng Kipas Terbesar di Dunia | Titiek Soehart Komisi IV DPR RI Kunker Ke Nusakambangan | Sinergi Budaya dan Ekonomi, Bupati Siak Buka Lomba Senam Zapin Kreasi di CFD Tualang | HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Dharmasraya Gandeng UMKM dalam Event Trail Adventure |

Cegah Lonjakan Covid-19 saat Mudik Idul Fitri Ini Saran Kadis Kesehatan Dumai
Rabu 20 April 2022, 04:24 WIB
SiagaOnline.com, Dumai - Kasus Covid-19 di Indonesia, membuat pemerintah mengizinkan warga untuk melakukan mudik Lebaran 2022. Namun, momen mudik kali ini akan menjadi penentu status pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dilansir dari detik.com Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mudik Lebaran 2022 akan menjadi salah satu ujian yang akan mengarahkan situasi pandemi menjadi endemi. Ia mengingatkan, ada beberapa faktor yang bisa mengubah status pandemi Indonesia menjadi endemi.

Faktor mudik menjadi salah satu ujian kita karena kalau kita mau menuju posisi yang kita sebut sebagai endemi, harus konsisten. Penularannya tetap rendah, angka positif tetap rendah, kasus juga lebih sedikit.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Dumai , dr. Syaiful  bagi warga yang mudik sudah divaksinasi booster COVID-19 dan tidak perlu lagi menunjukkan hasil PCR ataupun antigen. Sementara bagi yang baru melakukan vaksin dua kali wajib menunjukkan test antigen dan yang baru melakukan satu kali vaksin wajib menunjukkan tes PCR.

Persyaratan tersebut merupakan upaya pengendalian dan pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia karena mobilitas tinggi akibat mudik Lebaran, kemungkinan besar bakal diiringi dengan kenaikan kasus.

Syaiful memaparkan agar Indonesia bisa menuju endemi setelah Ramadhan dan mudik Lebaran 2022, maka diperlukan proteksi yang lebih yakni dengan menggalakkan program vaksinasi booster (dosis ketiga).

"Kemarin kita sudah bebas dosis kedua full dengan tidak perlu PCR dan antigen karena jumlah orang yang mobilitas itu cukup dengan proteksi dua dosis.  Makanya vaksin penguat (vaksinasi booster) kami dorong kedepannya," tegasnya

Pada prinsipnya pemerintah ingin melindungi rakyatnya agar memiliki ketahanan yang kuat untuk menghadapi virus Corona. Masyarakat harus terus didorong untuk lakukan booster," kata Syaiful. (Ari)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top