Muhamad: Ketua Kelompok Tani Petani Jaya Berharap Bantuan Dari Pemkab Bintan
Sabtu 05 Maret 2022, 11:16 WIB
SiagaOnline.com, Bintan - Seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai seorang petani di kampung wacopek bukit Crab(cahaya Bintan)kelurahan Gunung lengkuas kabupaten bintan berharap bantuan dari pemerintah kabupaten Bintan.
Pria yang punya nama sapaan Muhamad,penggagas sekaligus ketua kelompok tani ,petaniJaya ,yang mempunyai 50 keanggotaan para petani yang bercocok tanam diatas tanah garapan lebih kurang 3 hektaran yang ada dikampung wacopek.
"Sejak kelompok tani ini terbentuk selama 2 tahun kami belum pernah dapat bantuan peralatan seperti traktor bajak tanah,pupuk dan juga bantuan modal," ungkap muhamad kepada media ini Jumat (4/3/22).
Saat ini, kami hanya memakai peralatan seadanya dan modal kami sendiri untuk bercocok tanam, hanya sebatas kemampuan kami dan tak bisa semaksimal mungkin untuk lakukan garap lahan seluas ini. Selain itu tanaman yang ditanam seperti cabe, berjenis sayuran, pisang. Semua ini, belum bisa menghasilkan untuk dapat menopang kehidupan kami disini , kata Muhammad.
Lanjut Muhammad,untuk permohonan proposal bantuan ke pemerintah kami telah ajukan sudah sejak lama ke dinas pertanian yang ada di kilometer 18 kijang, namun sampai saat ini belum ada juga tanggapan nya.
Ketika dirinya bertanya kedinas pertanian jawabanya, "tunggu ,jika sudah ada monitor dan anggaran lagi diajukan ke pusat ,"kata muhamad menirukan suara berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu orang lapangan dinas pertanian Bintan, atas nama Gindriawan ketika itu.
Selain itu, Muhamad juga memohon pertolongan ke salah satu anggota dewan yang ada di Kabupaten Bintan, agar bisa membantu proposal kelompok Taninya , agar bisa secepatnya ditanggapi oleh pemerintah. Namun hal tersebut sia sia saja.
"Pak Toha (dewan Bintan) saya Muhamad ketua kelompok Tani Jaya yang berada dikampung wacopek bukit Crab (bukit cahaya bintan), sesuai arahan bapak untuk buat proposal, tolonglah pak bantuanya," tandasnya.
Muhamad juga menyinggung, salah satu kelompok tani yang tak jauh dari sini. Kelompok tani tersebut mendapat bantuan modal capai ratusan juta. Tapi anehnya ketika bantuan dana tersebut didapat dan setelah panen, kok tidak ada lagi aktifitas penanaman jagung di lahan yang terbilang kecil sekitar 1 Hektar. Kenapa kami yang kelompok tani yang aktif belum juga dapat bantuan dari pemerintah , keluh Muhammad.
Sampai berita ini terbit, institusi terkait belum bisa dikomfirmasi.(Mzen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Senin 22 Juni 2026, 22:23 WIB
.
Senin 22 Juni 2026, 22:17 WIB
.
Senin 22 Juni 2026, 21:50 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |