Terancam Sia- Sia,
Lampu Air Mancur Rp 12 Miliar Padam Total, Ini Tanggapan Tarmizi Anggota DPRD Bintan
Selasa 01 Februari 2022, 14:02 WIB
Siagaonline.com, Bintan - Proyek pemasangan lampu air mancur pada tahun anggaran 2018 silam, yang berada dikawasan akau Taman kota kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, sejak 2 tahun ini menjadi pertanyaan besar bagi warga masyarakat Bintan Timur.
Menurut warga, lampu Air Mancur yang menjadi Icon Bintan timur tersebut sudah sejak 2 tahun ini, padam tidak berfungsi lagi menyinari kolam Akau Taman Kota, ungkap warga kepada awak media, Selasa(25/1/22).
Warga menuturkan proyek tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2018 silam, menelan anggaran Rp 12 Miliar , yang diserap dari dana APBD kabupaten Bintan. Semenjak lampu tersebut padam, pengunjung yang datang, tampak sepi. Akibatnya para pedagang kuliner yang berada disitu draktis menurun pendapatanya.
"Agar pemerintah kabupaten Bintan melalui dinas yang di tunjuk sebagai pengelola lampu air mancur tersebut dapat segera mengatasi problema , penyebab padam nya lampu tersebut," harap warga.
Jika lampu tersebut rusak atau tidak berfungsi sebaiknya diperbaiki, kan ada dana perawatan dan pemeliharaan, kata warga.
Menurut salah seorang yang berkerja di dinas Perkim Bintan, yang namanya enngan disebutkan oleh media ini mengatakan, lampu air pancur yang berada dikawasan Akau taman kota ,sl sudah sejak lama tidak lagi dikelola oleh dinas perkim tapi dikelola untuk perawatannya ke dinas DLH.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk perawatan lampu tersebut, setiap se minggu sekali dilakukan penyalaan baik perawatan pengecekan pompa air, dan semua alat-alat elektrik air mancur .
Menurutnya, dikarenakan terjadinya wabah Covid 19 dan untuk menghindari kerumunan masyarakat. Maka Lampu air pancur tersebut sengaja tidak di hidupkan, cetusnya
Aprizal, Kepala dinas Lingkungan hidup(DLH) Bintan, saat hendak mau di konfirmasi lewat saluran Whatsappnya, Selasa (25/1/22) terkait hal tersebut belum bisa menjawabnya.
Dalam persoalan ini, Tarmizi ,anggota DPRD Bintan, angkat Bicara terkait proyek lampu air mancur yang menelan anggaran Miliaran rupiah, namun tak mempunyai azas manfaat kepada masyarakat. Ini yang dikatakan Tarmizi , saat dimintai Tanggappanya awak media ini lewat pesan Whatsapp nya, Selasa(1/2/22).
Diakuinya, bahwa lampu air mancur tersebut memang sudah lama tidak hidup. Dirinya, merasa heran apa penyebab lampu tersebut tidak hidup.
Dikatakanya, bahwa untuk perawatan dan untuk biaya listrik sudah ada anggarannya, untuk pemeliharaan pun sudah ada anggarannya, tapi tidak hidup . Biayanya terlampau besar dan akhirnya sia -sia saja dan terkesan tidak ada azas manfaatnya bagi masyarakat, kata Tarmizi.
"Proyek tersebut boleh dikatakan proyek tanpa perencanaan secara matang, sehingga menimbulkan hal seperti ini.dari awal pembuatannya sampai sekarang bisa dihitung beberapa kali hidupnya," ungkap Tarmizi heran.
Tarmizi, berharap kedepanya, lebih bagus utamakan kepentingan masyarakat ,masih banyak masyarakat yang perlu dukungan dan perhatian dari pemerintah seperti ,drainase,jalan yang masih tanah merah ,penerangan lampu jalan dan tempat -tempat ibadah, mesjid .
Patut disayangkan, kenapa hal-hal seperti itu yang tidak bermanfaat ,secara langsung bagi masyarakat yang tidak begitu bermanfaat dibuat ,dengan anggaran yang kabarnya Rp 13 Miliar , tidak berasaskan bermanfaat bagi masyarakat, kesal Tarmizi.
Tarmizi, juga menyinggung proyek yang berada dibawah RSUD, sudahlah jalannya sempit ditambah lagi dipersempit dengan proyek trotoar tersebut.
"Jika untuk memperindah kota bukan begitu caranya, berarti tidak ada suatu perencanaan yang matang asal bikin saja," pungkas Tarmizi. (mzen)
Menurut warga, lampu Air Mancur yang menjadi Icon Bintan timur tersebut sudah sejak 2 tahun ini, padam tidak berfungsi lagi menyinari kolam Akau Taman Kota, ungkap warga kepada awak media, Selasa(25/1/22).
Warga menuturkan proyek tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2018 silam, menelan anggaran Rp 12 Miliar , yang diserap dari dana APBD kabupaten Bintan. Semenjak lampu tersebut padam, pengunjung yang datang, tampak sepi. Akibatnya para pedagang kuliner yang berada disitu draktis menurun pendapatanya.
"Agar pemerintah kabupaten Bintan melalui dinas yang di tunjuk sebagai pengelola lampu air mancur tersebut dapat segera mengatasi problema , penyebab padam nya lampu tersebut," harap warga.
Jika lampu tersebut rusak atau tidak berfungsi sebaiknya diperbaiki, kan ada dana perawatan dan pemeliharaan, kata warga.
Menurut salah seorang yang berkerja di dinas Perkim Bintan, yang namanya enngan disebutkan oleh media ini mengatakan, lampu air pancur yang berada dikawasan Akau taman kota ,sl sudah sejak lama tidak lagi dikelola oleh dinas perkim tapi dikelola untuk perawatannya ke dinas DLH.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk perawatan lampu tersebut, setiap se minggu sekali dilakukan penyalaan baik perawatan pengecekan pompa air, dan semua alat-alat elektrik air mancur .
Menurutnya, dikarenakan terjadinya wabah Covid 19 dan untuk menghindari kerumunan masyarakat. Maka Lampu air pancur tersebut sengaja tidak di hidupkan, cetusnya
Aprizal, Kepala dinas Lingkungan hidup(DLH) Bintan, saat hendak mau di konfirmasi lewat saluran Whatsappnya, Selasa (25/1/22) terkait hal tersebut belum bisa menjawabnya.
Dalam persoalan ini, Tarmizi ,anggota DPRD Bintan, angkat Bicara terkait proyek lampu air mancur yang menelan anggaran Miliaran rupiah, namun tak mempunyai azas manfaat kepada masyarakat. Ini yang dikatakan Tarmizi , saat dimintai Tanggappanya awak media ini lewat pesan Whatsapp nya, Selasa(1/2/22).
Diakuinya, bahwa lampu air mancur tersebut memang sudah lama tidak hidup. Dirinya, merasa heran apa penyebab lampu tersebut tidak hidup.
Dikatakanya, bahwa untuk perawatan dan untuk biaya listrik sudah ada anggarannya, untuk pemeliharaan pun sudah ada anggarannya, tapi tidak hidup . Biayanya terlampau besar dan akhirnya sia -sia saja dan terkesan tidak ada azas manfaatnya bagi masyarakat, kata Tarmizi.
"Proyek tersebut boleh dikatakan proyek tanpa perencanaan secara matang, sehingga menimbulkan hal seperti ini.dari awal pembuatannya sampai sekarang bisa dihitung beberapa kali hidupnya," ungkap Tarmizi heran.
Tarmizi, berharap kedepanya, lebih bagus utamakan kepentingan masyarakat ,masih banyak masyarakat yang perlu dukungan dan perhatian dari pemerintah seperti ,drainase,jalan yang masih tanah merah ,penerangan lampu jalan dan tempat -tempat ibadah, mesjid .
Patut disayangkan, kenapa hal-hal seperti itu yang tidak bermanfaat ,secara langsung bagi masyarakat yang tidak begitu bermanfaat dibuat ,dengan anggaran yang kabarnya Rp 13 Miliar , tidak berasaskan bermanfaat bagi masyarakat, kesal Tarmizi.
Tarmizi, juga menyinggung proyek yang berada dibawah RSUD, sudahlah jalannya sempit ditambah lagi dipersempit dengan proyek trotoar tersebut.
"Jika untuk memperindah kota bukan begitu caranya, berarti tidak ada suatu perencanaan yang matang asal bikin saja," pungkas Tarmizi. (mzen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Selasa 16 Juni 2026, 23:11 WIB
.
Selasa 16 Juni 2026, 23:08 WIB
.
Selasa 16 Juni 2026, 23:04 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |