Sulaiman Korban Insiden Tercebur Kelaut Mengklarifikasi, Itu adalah Kelalaian Petugas
Jumat 28 Januari 2022, 17:34 WIB
Siagaonline.com, Tanjungpinang - Peristiwa yang terjadi beberapa Minggu kemarin Selasa (18/1/22) yang dialami oleh salah seorang penumpang kapal Feri, tujuan Tanjungpinang -Batam, yang mengalami insiden tercebur kedalam laut, menuai persoalan tentang kronologis kejadian sebenarnya .
Ini yang dikatakan Sulaiman si panglima pantun saat diwawancara oleh awak media ini, Jumat(28/1/22).
"Berdasarkan tanggapan Yayan, seksi keselamatan berlayar KSOP Tanjungpinang yang dimuat di salah satu media online ketika itu, yang mengatakan, bahwa dirinya sudah masuk kedalam kapal lalu keluar lagi. Kemudian dia dibawa oleh petugas ke kantor klinik yang ada di pelabuhan. Hal tersebut dibantah oleh Leman.
Menurut panglima pantun, kronologis yang sebenarnya adalah.
"Saya berserta rombongan hendak berangkat ke pulau Batam, ketika menuju kepelabuhan kami diwajibkan membayar pas. Lalu kami berempat menuju ke kapal, kebetulan anggota kita yang terakhir pak Jaliudin mengurus tiket, sementara teman nya yang berdua sudah masuk ke dalam kapal yaitu pak H . Rusli dan pak H .Bahtiar.
"Dan ketika dirinya hendak mau melangkah dari ponton kedalam kapal saat itu lah saya tergelincir dari atas ponton," ungkap Leman.
Menurut Leman, ini disebabkan, karena antara ponton tidak ada jembatan penitian ataupun penyeberangan. Karena jarak antara ponton dan kapal ditafsir berjarak 50 sampai 60 cm, ini sangat membahayakan bagi penumpang lainya, ungkapnya.
Dijelaskanya lagi, dimana letak Fungsi pengawasan apabila inj ada pembiaran, akan ada korban lain.
" Jujur saya mengakui bahwa, penglihatan saya kurang awas," sebutnya.
Patut disesalkan ketika dirinya terjatuh kedalam laut tidak ada tindakan dari petugas atau buruh kapal disana,
"Hanya teman saya termasuk pak Bahtiar, menolong dengan cara mengulurkan kakinya lalu saya menggapai nya sebanyak dua kali, kaki pak Bahtiar dan dibantu sama teman yang lain hingga saya selamat diangkat diatas ponton," ungkap leman.
Dan disaat diatas ponton itulah, beberapa orang datang menghampiri dirinya, dia tidak tahu apakah itu petugas yang jelas tidak ada petugas yang melakukan pertolongan, ucapnya.
Lalu Saya, dalam keadan tidak sadar dan pingsan, dibawa oleh teman se rombongan pakai kursi roda menuju ke klinik yang ada dipelabuhan untuk dilakukan perawatan.
Saat dirawat di klinik saya sangat berterima kasih, terhadap pelayanan di klinik tersebut. Selama perawatan dari awal kejadian sampai dirinya keluar pada pukul 11..00 WIB, dilayani dengan baik. Pihak klinik menawarkan agar pak Leman dirawat ke rumah sakit. Tapi pak Leman menolak dengan faktor pertimbangan ,"cetus Leman.
Lebih lanjut Leman, mengatakan semalam kamis(27/1/22) dirinya bersama temannya datang kekantor KSOP Tanjungpinang lakukan Audensi terkait persoalan insiden yang dialaminya, dalam pertemuan tersebut hadir pak Imbran Kasi Lala KSOP Tanjungpinang untuk bagaimana pertanggungjawaban pihak KSOP Tanjungpinang terhadap dirinya. Namun belum adanya titik terang ,"ujar Leman.
Sementara Leman ,mengatakan ,dia mengalami kerugian baik dari segi materi seperti Hpnya rusak, pada bagian tubuhnya mengalami lecet dan waktu hendak berkunjung ke Batam dalam rangka pertemuan Bisnis tertunda, akibat insiden tersebut," keluh Leman.
Leman berharap, agar persoalan ini dapat ditindak lanjuti kepada pimpinan pihak KSOP Tanjungpinang dan Pelindo, untuk mintai pertanggungjawaban nya, harapnya.(Mz)
Ini yang dikatakan Sulaiman si panglima pantun saat diwawancara oleh awak media ini, Jumat(28/1/22).
"Berdasarkan tanggapan Yayan, seksi keselamatan berlayar KSOP Tanjungpinang yang dimuat di salah satu media online ketika itu, yang mengatakan, bahwa dirinya sudah masuk kedalam kapal lalu keluar lagi. Kemudian dia dibawa oleh petugas ke kantor klinik yang ada di pelabuhan. Hal tersebut dibantah oleh Leman.
Menurut panglima pantun, kronologis yang sebenarnya adalah.
"Saya berserta rombongan hendak berangkat ke pulau Batam, ketika menuju kepelabuhan kami diwajibkan membayar pas. Lalu kami berempat menuju ke kapal, kebetulan anggota kita yang terakhir pak Jaliudin mengurus tiket, sementara teman nya yang berdua sudah masuk ke dalam kapal yaitu pak H . Rusli dan pak H .Bahtiar.
"Dan ketika dirinya hendak mau melangkah dari ponton kedalam kapal saat itu lah saya tergelincir dari atas ponton," ungkap Leman.
Menurut Leman, ini disebabkan, karena antara ponton tidak ada jembatan penitian ataupun penyeberangan. Karena jarak antara ponton dan kapal ditafsir berjarak 50 sampai 60 cm, ini sangat membahayakan bagi penumpang lainya, ungkapnya.
Dijelaskanya lagi, dimana letak Fungsi pengawasan apabila inj ada pembiaran, akan ada korban lain.
" Jujur saya mengakui bahwa, penglihatan saya kurang awas," sebutnya.
Patut disesalkan ketika dirinya terjatuh kedalam laut tidak ada tindakan dari petugas atau buruh kapal disana,
"Hanya teman saya termasuk pak Bahtiar, menolong dengan cara mengulurkan kakinya lalu saya menggapai nya sebanyak dua kali, kaki pak Bahtiar dan dibantu sama teman yang lain hingga saya selamat diangkat diatas ponton," ungkap leman.
Dan disaat diatas ponton itulah, beberapa orang datang menghampiri dirinya, dia tidak tahu apakah itu petugas yang jelas tidak ada petugas yang melakukan pertolongan, ucapnya.
Lalu Saya, dalam keadan tidak sadar dan pingsan, dibawa oleh teman se rombongan pakai kursi roda menuju ke klinik yang ada dipelabuhan untuk dilakukan perawatan.
Saat dirawat di klinik saya sangat berterima kasih, terhadap pelayanan di klinik tersebut. Selama perawatan dari awal kejadian sampai dirinya keluar pada pukul 11..00 WIB, dilayani dengan baik. Pihak klinik menawarkan agar pak Leman dirawat ke rumah sakit. Tapi pak Leman menolak dengan faktor pertimbangan ,"cetus Leman.
Lebih lanjut Leman, mengatakan semalam kamis(27/1/22) dirinya bersama temannya datang kekantor KSOP Tanjungpinang lakukan Audensi terkait persoalan insiden yang dialaminya, dalam pertemuan tersebut hadir pak Imbran Kasi Lala KSOP Tanjungpinang untuk bagaimana pertanggungjawaban pihak KSOP Tanjungpinang terhadap dirinya. Namun belum adanya titik terang ,"ujar Leman.
Sementara Leman ,mengatakan ,dia mengalami kerugian baik dari segi materi seperti Hpnya rusak, pada bagian tubuhnya mengalami lecet dan waktu hendak berkunjung ke Batam dalam rangka pertemuan Bisnis tertunda, akibat insiden tersebut," keluh Leman.
Leman berharap, agar persoalan ini dapat ditindak lanjuti kepada pimpinan pihak KSOP Tanjungpinang dan Pelindo, untuk mintai pertanggungjawaban nya, harapnya.(Mz)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Selasa 16 Juni 2026, 23:11 WIB
.
Selasa 16 Juni 2026, 23:08 WIB
.
Selasa 16 Juni 2026, 23:04 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |