Breaking News
Gus Irawan: Prabowonomics Fokus Pulihkan Ekonomi Kerakyatan | Kasus Dugaan Penganiayaan di Lahusa Jadi Sorotan, Korban Sebut Libatkan Oknum TNI dan Kepala Desa | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Doa Awal Tahun Hijriah, Polres Pekalongan Kota Lakukan Pengamanan | Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam |

Donald Trump Minta Masyarakat untuk Bersatu dan Hindari Kekerasan Jelang Pelantikan Biden
Kamis 14 Januari 2021, 11:09 WIB
Siagaonline.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta seluruh warga Negeri Paman Sam, terutama pendukungnya, untuk "bersatu" dan menghindari kekerasan.

Imbauan itu diutarakan Trump melalui sebuah video yang dirilis Gedung Putih pada Rabu (13/1) beberapa hari sebelum pelantikan presiden terpilih, Joe Biden, berlangsung, dikutip dari CNNIndonesia.

Video itu dibuat setelah muncul laporan Biro Investigasi Federal (FBI) yang mengindikasikan ancaman protes bersenjata dari ekstremis dan simpatisan garis keras Trump di seluruh Gedung Perwakilan negara bagian AS, termasuk di Capitol Hill, Washington D.C.

Kerusuhan massa Trump pada 6 Januari lalu di Capitol Hill disebut hanya lah awal dari upaya pemberontakan sebagai bentuk penolakan atas hasil pemilu yang dianggap sang presiden dan pendukungnya curang.

Dalam video terbaru itu, Trump menyerukan "seluruh orang Amerika untuk menahan semangat dan bersatu sebagai satu bangsa Amerika."

"Mari kita memilih untuk bergerak maju bersatu demi kebaikan keluarga kita," kata Trump dalam video itu seperti dikutip AFP.

Trump juga mengatakan bahwa, "tidak pernah ada pembenaran untuk kekerasan. Tidak ada alasan, tidak ada pengecualian: Amerika adalah negara hukum."

Ia bahkan mengutuk kerusuhan massa pendukungnya di Capitol Hill sebagai tindakan yang salah.

"Mereka yang terlibat dalam serangan pekan lalu akan diadili," kata Trump.

Video tersebut merupakan momen pertama Trump di depan publik setelah Dewan Perwakilan AS sepakat melanjutkan proses pemakzulannya.

DPR AS menganggap Trump bertanggung jawab atas kerusuhan di Capitol Hill lantaran menghasut para pendukungnya untuk melakukan pemberontakan.

Namun, sejauh ini, Trump belum mengomentari proses pemakzulannya yang kedua itu.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top