Breaking News
Kasus Dugaan Penganiayaan di Lahusa Jadi Sorotan, Korban Sebut Libatkan Oknum TNI dan Kepala Desa | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Bupati Gus Irawan Dukung Kafilah Tapanuli Selatan pada MTQ ke-40 Sumut | Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Doa Awal Tahun Hijriah, Polres Pekalongan Kota Lakukan Pengamanan | Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH-12: Wakil Bupati Siak dan PPIH Sambut Hangat 252 Jemaah di Batam | PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon melalui Uji Coba Cofiring Tahap II |

PT Servo Lintas Raya Tinjau Lokasi Tercemar Limbah Arang Sungai STB Muara Lawai
Rabu 13 Januari 2021, 09:58 WIB
Siagaonline.com, Muara Enim - Terkait laporan warga pada beberapa hari yang lalu Rabu 06 Januari 2021 melaporkan perihal adanya limbah arang yang mengalir di Sungai Tebu, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim air sungai tersebut yang bermuara ke Sungai Lematang, 

Edwar Tunanegara selaku warga Desa Muara Lawai Kampung 4, RT 3 atau dengan kata lain orang lama yang berdumisili di STB menyampaikan kepada awak media ini, serta Pemdes Muara Lawai bahwa air Sungai Tebu terkena limbah, diduga dari limbah arang batu bara yang ada di hulu sungai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat di duga di sekitaran jalan  PT Servo Lintas Raya.

Untuk menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan Pemdes Muara Lawai langsung terjun ke lokasi beserta perangkatnya didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas Muara Lawai Kecamatan Muara Enim. Setibanya di lokasi Sungai Tebu Pemdes langsung cek sungai yang masih keruh, hitam, serta bau, langsung juga mengambil air 2 botol aqua untuk dijadikan uji lab, serta melihat sumur sumur yang terkena endapan air limbah arang batu bara yang diduga dari Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

PT Servo Lintas Raya, DLH dan Pemdes Desa Muara Lawai meninjau langsung ke Sungai Tebu RT 3, Dusun 4,  untuk melakukan virifikasi dan temuan fakta-fakta yang  ada di lapangan,  dan fakta tersebut dibenarkan oleh pihak perusahan dan DLH, air yang sedang mengalir masih keruh dan kecokelatan, sumur warga yang terdampak limbah pun masih berwarna kuning dan berminyak, Selasa (12/01/2020).

Untuk menyikapi limbah arang batu bara tersebut pihak perusahaan akan berusaha memenuhi keinginan warga sungai tebu, membikin kan sumur bor dalam satu kepala keluarga satu sumur, yang terdiri 11 kepala keluarga, serta menganti kerugian air meneral selama 1 tahun sebesar Rp5.400.000/kk    dan akan mengadakan penyiraman debu minimal 2 kali dalam sehari selama musim tidak turun hujan,  perjanjian itu sudah di sepakati bersama pelapor, Pemdes DLH, serta pihak PT Servo Lintas Raya.

Di penghujung acara Edi Wansri menyampaikan kepada pihak perusahaan yang terkait, "Selalu menjaga, dan menepati apa yang telah kita sepakati bersama, dan mengerti keluh kesah warganya yang sudah terkena dampak limbah arang batu bara tersebut," ucap Kades.

Dari staf DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Muara Enim  Hamseh, SH selaku kasi pengaduan dan penyelesaian sengketa menyampaikan untuk kelanjutan permasalahan ini, pihak dari dinas lingkungan hidup telah menengahi permasyalahan ini,  dikarenakan berita limbah arang ini sudah mencuat sampai ke bupati, bahkan sudah ke menteri,  untuk itu kami begitu dapat laporan kami cepat ke lokasi limbah arang yang berada di Desa Muara Lawai. (Weli/Agus v)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top