Breaking News
Pemerintah Kota Pekanbaru Raih Rekor MURI, 9.184 ASN Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur | Rasa Iba Atau Salah Prosedur? Penempatan Keluarga Telantar Di Pos Polisi Logas Picu Polemik | Drama Musikal 'Sinergi Kuat Tapsel Bangkit' Pukau Ribuan Pengunjung PRSU ke-50 | Integrasi Pertanian-Peternakan-Perikanan Jadi Strategi Tapsel Pulihkan Ekonomi Pascabencana | Aksi Cepat Tim Gabungan Polres Dharmasraya Berhasil Ungkap Keterlibatan Terduga Pelaku Curanmor | Khalid bin Walid dan Durian Bintan Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ XII Kepri |

Gubernur Herman Deru Apresiasi Sedekah Bumi di Air Batu: Warisan Leluhur yang Harus Dilestarikan
Minggu 13 Juli 2025, 21:50 WIB

Siagaonline.com, Banyuasin – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah yang dirangkaikan dengan tradisi Ruwatan Bersih Desa atau Sedekah Bumi di Kelurahan Air Batu, Kabupaten Banyuasin, Minggu (13/7/2025). Kegiatan ini berlangsung meriah dan khidmat di Latar Angkringan Air Batu, dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan.

 

Sedekah Bumi yang digelar setiap tahun oleh masyarakat Air Batu merupakan warisan budaya leluhur yang berasal dari adat Jawa. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan harapan agar dijauhkan dari segala bentuk musibah.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen masyarakat Air Batu dalam menjaga nilai-nilai budaya. Ia menyebut kegiatan ini sebagai warisan luhur yang tak ternilai dan perlu terus dilestarikan oleh generasi mendatang.

 

“Budaya ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Saya hormat kepada warga yang tetap menjaga dan meneruskan wasiat leluhurnya,” ujar Herman Deru.

 

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya lokal seperti Sedekah Bumi merupakan kekuatan identitas yang membedakan masyarakat Indonesia dari bangsa lain. Terlebih, tradisi semacam ini dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas warga.

 

“Di tengah era globalisasi, kita justru harus memperkuat akar budaya kita sendiri. Salah satunya dengan tetap menjaga tradisi ruwatan desa seperti ini,” imbuhnya.

 

Herman Deru juga mengingatkan pentingnya keguyuban dan gotong royong antar warga. Menurutnya, kemajuan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil dari kekompakan seluruh elemen masyarakat.

 

“Gotong royong bukan sekadar bersih-bersih, tetapi kesediaan untuk saling membantu dan berkontribusi demi kemajuan bersama,” tegasnya.

 

Di akhir acara, Herman Deru menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Ia berharap, kegiatan semacam ini menjadi penguat nilai sosial dan spiritual masyarakat.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Devi Susanto, menyampaikan bahwa acara ini rutin digelar setiap tahun atas inisiatif dan dana swadaya warga Air Batu. “Kami meyakini bahwa menjaga budaya adalah bagian dari ibadah. Ini amanat para sesepuh kami,” katanya.

 

Ia juga menitipkan aspirasi masyarakat kepada Gubernur mengenai kondisi infrastruktur jalan di desa mereka. “Kami berharap jalan di Air Batu bisa diperbaiki agar aktivitas warga lebih nyaman dan lancar,” ucapnya.

 

Acara ditutup dengan arak-arakan warga menuju lokasi pemecahan kendi, sebagai simbolisasi selesainya prosesi Ruwatan Bersih Desa. Tampak hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, Anggota DPRD M. Ari Hegar, serta para pejabat dari Pemprov Sumsel.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top