Siagaonline, Dharmasraya – Kebijakan mendadak PT Dharmasraya Lestarindo (DL) menghentikan aktivitas sopir pengganti (sopir tembak) memicu kekacauan di Pabrik PT DL, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru. Akibatnya, ratusan truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terjebak antrean panjang dan praktis tidak bergerak sejak kemarin malam.
Para sopir tembak menilai keputusan ini sangat merugikan dan mencerminkan arogansi manajemen PT DL yang bertindak sepihak tanpa dialog atau penjelasan apa pun. “Sejak pabrik ini berdiri pada tahun 2005, kami sudah menjadi bagian dari proses kerja. Tiba-tiba kami dilarang begitu saja, padahal ini sumber nafkah kami,” ujar seorang sopir tembak yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, pekerjaan ini menjadi tumpuan hidup banyak keluarga. “Kami hanya ingin bekerja untuk makan anak-istri, tapi malah diperlakukan seperti ini,” tegasnya. Sementara itu, antrean ratusan truk di sekitar pabrik kian memanjang, sebagian sopir bahkan terpaksa menginap di dalam truk.
Upaya negosiasi antara pemuda setempat dan pihak perusahaan hingga siang ini masih belum mencapai titik temu. Pihak PT DL terkesan menghindar dari tanggung jawab dan tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan masalah.
Ironisnya, Humas PT DL, Zul, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan apa pun. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi, namun perusahaan berdalih menunggu “persetujuan pimpinan” untuk memberikan pernyataan.
Kebijakan sepihak ini tidak hanya mematikan sumber penghidupan sopir tembak, tetapi juga menunjukkan buruknya komunikasi dan kepedulian sosial manajemen PT DL terhadap masyarakat sekitar. Warga berharap pihak perusahaan segera membuka ruang dialog agar antrean truk segera terurai dan konflik ini tidak semakin berlarut.(Tegu)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |