Breaking News
Wali Kota Agung Nugroho Wanti-wanti Kepala SD Jauhi Gratifikasi saat Penerimaan Siswa Baru  | Wabup Kuansing Pimpin Evaluasi Pelayanan Publik, Dorong Peningkatan Kualitas Layanan hingga Tingkat Kecamatan dan Sekolah | Sekda Ronny Kartika Buka Job Fair Bintan 2026, Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan | Dorong UMKM Naik Kelas, DPMPTSP Riau Fasilitasi Pembuatan Sertifikat Halal dan HAKI  | Pembukaan Pacu Jalur Rayon I Dipadati Warga, Polres Kuansing Pastikan Kamtibmas Tetap Terjaga | Kuansing Perkuat Kesiapan Tuan Rumah, Apel Gelar Pasukan Digelar Jelang MTQ dan Pacu Jalur |

Beri Nama"Banun "Anak Harimau Sumatera Lahir di Kebun Binatang Bukittinggi
Kamis 01 Mei 2025, 13:05 WIB

Siagaonline.com, Bukittinggi - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama wakilnya launching nama bayi harimau berusia 4 bulan, bernama "Banun Kinantan", bayi betina lahir di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi pada Rabu, (30/4/2025).

 

H. Ramlan Nurmatias yang didampingi Wawako Ibnu Asis, drh. Yoli Zulfanedy, Direktur eksekutif dan anggota APEKSI pada Muskomwil 1 tahun 2025, Kepala SKPD Pemko Bukittinggi, dan awak media.

 

Wako mengatakan, TMSBK kita letaknya sangat strategis ditengah kota, salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bukittinggi, selain itu juga menjadi salah satu program sekolah untuk edukasi siswa untuk menanamkan rasa empati terhadap hewan.

 

Pemerhati hewan dunia telah memberikan ucapan selamat melalui video testimoni atas lahirnya "Banun", harimau Sumatera, diantaranya dari London Inggris, Seoul Korsel, Osaka Japan, dan Amsterdam Belanda.

 

Dilanjutkan, Hasil penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), harimau Sumatera berkeliaran di hutan Sumatera diperkirakan 60 ekor, di Sumatera tidak sampai 700 ekor, TMSBK kini memiliki delapan ekor harimau, tujuh di antaranya milik TMSBK dan satu hasil penyelamatan oleh BKSDA.

 

"Lahirnya bayi harimau ''Banun" adalah hasil dari perkawinan seekor Harimau bernama Bujang Mande melalui program pengembangbiakan (breeding)," pungkasnya.

 

Perwakilan KLH RI dan BKSDA Sumatera Barat, Antonius Febri, menjelaskan, tantangan kedepan terkait margasatwa, administrasi bisa dilakukan untuk selanjutnya.

 

Harimau Sumatera yang ada di TMSBK ini termasuk dalam Genetic Species Management Project (GSMP) Seluruh satwa harimau yang ada di konservasi, memungkinkan TMSBK ini bisa berkembang kedepannya dengan bergabung ke GSMP tersebut.

 

"Dalam GSMP bukan saja harimau, tetapi juga satwa liar beruang, orang utan dan lain-lain. Kami dari Tim BKSDA mengucapkan selamat kepada TMSBK, semoga koloborasi kita bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.(N)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top