Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Pencari Pasir di Karanganyar Pekalongan Ditemukan Meninggal di Lokasi Galian C
Kamis 27 Maret 2025, 13:20 WIB

SiagaOnline.com, Pekalongan –  Seorang warga pencari pasir di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di lokasi tempat galian C sungai Sengkarang Desa Kayugeritan, Rabu, 26 Maret 2025. Korban diketahui bernama Riyono (65) warga Desa Kayugeritan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan.

 

Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H. dari informasi yang didapat menyampaikan korban pagi itu meninggalkan rumah untuk mencari pasir di sekitar lokasi galian C sungai Sengkarang seorang diri.

 

“Dari keterangan saksi yang merupakan tetangga dan kerabat korban, Riyono ini berpamitan untuk mencari pasir di sekitar galian C sungai Sengkarang di Dukuh KayunanTimur, Desa Kayugeritan,” jelas Kasi Humas.

 

Namun pada siang harinya sekitar pukul 14.30 wib, korban ditemukan oleh sopir truk bernama Mukhosen (46) yang saat itu sedang mengangkut pasir di lokasi.

 

“Korban ditemukan sopir truk, dimana Mukhosen saat di lokasi mendapati korban sudah dalam keadaan mengapung di lokasi galian C sungai Sengkarang,” terang Iptu Warti.

 

Mendapati hal tersebut sopir kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban dan membawa ke rumahnya dengan menggunakan mobil Siaga Desa Kayugeritan.

 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan luar Puskesmas Karanganyar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Korban murni tenggelam, dan sebelumnya korban juga sempat mengatakan masih tidak enak badan,” jelas Kasubsi Penmas.

 

Atas kejadian ini korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai suatu musibah. 

(ims/afk)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top